Social Icons

Pages

28 Januari 2014

Chicken dari Abah...



    
Saking khusyunya menghayati kehidupan di kossan, Mie instan & Fried Chicken seringkali jadi makanan pilihan untuk disantap. Ma’lum, gak mau ribet. Saking seringnya,  kebiasaan makan 2 menu ini terbawa sampe rumah ketika liburan.
  Awalnya Abah Ibu gak komen, tapi lama-lama komen juga liat aku makan mie melulu. Kata Ibu, kalau makan mie terus, bisa sakit perut coz mie itu dicerna nya lama di dalem usus. “Gimana sih, katanya mahasiswa, tapi gitu aja gitu aja gak tau! :P” ledek Ibu. Lain halnya dengan Abah ketika melihat aku makan Fried Chicken. Dengan serius Abah tanya “Belinya dimana?” aku dengan polos jawab ja “di amang-amang pinggir jalan Bah. Abah mau?” Abah menimpali perkataanku “Siapa yang bisa menjamin Chicken itu disembelih sesuai syariat islam?” Gubraakkk... mati kutu aku. “Ya... baca bismillah n husnudzon aja Bah, Insya Allah halal da... :D” jawabku sambil nyengir-nyengir kuda. Abah jadi ceramah “Anak Abah itu harus punya rasa wara’ yang tinggi. Apalagi menyangkut makanan! Abah gak mau anak-anak Abah makan makanan haram.”
Usai kejadian itu, aku selalu terngiang kata-kata Abah & parahnya, jadi gak mau makan ayam ‘-_- . Melihat aku gak mau makan ayam, Abah membelikan Fried Chicken. Aku sontak membalikkan kata-kata Abah “Bah, kok beli chicken? Siapa coba yang bisa menjamin Chicken itu disembelih sesuai syariat islam?” Abah menunjukkan kemasan Ayam goreng itu dan berkata “Ini ada label halalnya, insya Allah halal!” sontak kami sekeluarga tertawa terbahak dan kemudian memakan lahap ayam goreng itu sampai tulangnya pun tak tersisa.
#Ups :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Instrumen

LEAF

,
 
Blogger Templates